Karena Wanita Ingin Dimengerti

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Wanita Butuh Perhiasan

Saudariku, memang benar keberadaan seorang wanita tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan akan perhiasan demi keindaha. Kebutuhan akan hal ini sudah dimulai sejak wanita berusia balita. Ini adalah tabiat dan fitrah wanita, sebagaimana firman Allah:

 

“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang di besarkan dalam keadaan beperhiasan…” (Az Zukhruf 18)

 

Para ulama berpendapat bahwa yang dimaksud “orang yang dibesarkan dalam keadaan beperhiasan” dalam ayat diatas adalah para wanita. Diantara mereka ada yang berupaya untuk menyempurnakan kekurangan dirinya dengan cara berhias didi sejak masa balita. Jadi, ia memang sudah terbiasa melakukan hal itu. Ayat tersebut menunjukkan hukum diperbolehkannya berhias diri, sepanjang dalam batas-batas yang telah ditetapkan Allah.

 

Mengapa Dan Untuk Siapa Wanita Berhias

 

Tidak bisa disangkal lagi bahwa wanita memiliki tabiat senang berdandan. Hobi ini tidak bisa dihina, dicela, ataupun diejek, sebab ia merupakan bagian penting dari unsur kewanitaan. Namun, sebuah penelitian tentang psikologi wanita telah menyimpulkan bahwa tujuan berhiasnya wanita ternyata bukan saja untuk dirinya atau suaminya, tapi juga untuk umum. Pada diri wanita selalu ada keinginan yang mendorong agar ia tampil menarik didepan publik. Salah satu caranya adalah memakai busana-busana terbaru.

 

Mengapa wanita mempunyai keingina tampil menarik didepan publik?. Sebab,  pada dasarnya setiap wanita merasa senang jika mendapat pujian, termasuk pujian dari sesama jenisnya. Ia begitu bahagia jika penampilannya dapat memukau orang banyak, apalagi  jika setelah itu ia mendapat berbagai kata sanjungan. Ia tidak menyadari bahwa sikapnya tersebut sebenarnya dapat menimbulkan kecemburuan sosial diantara mereka.

 

Wanita yang telah menghabiskan waktu, tenaga, harta, dan perhatiannya terhadap hal-hal seperti itu, tak syak lagi adalah wanita yang hatinya telah dipenuhi penyakit kebodohan, kerakusan, dan ikut-ikutan. Hanya saja tingkat kecenderungan semacam ini berbeda antara wanita yang satu dengan wanita lain. Tapi yang jelas, umumnya mereka merasa tidak puas terhadap kecantikan yang telah diberikan Allah. Karena itu, mereka melakukan hal-hal yang berlebihan dalam  memakai perhiasan untuk menutupi kekurangan dan keburukan mereka.

 

Namun, tidak semua wanita bersifat seperti itu. Masih banyak wanita yang  berprilaku positif, baik dalam berpakaian maupun pergaulan. Diantara mereka masih ada yang mempunyai perasaan bahwa dirinya senantiasa diawasi Allah SWT sehingga ia benar-benar merasa takut kepada Nya. Itulah wanita yang tetap konsisten dengan Din-nya. Ia senantiasa menjaga akhlak dan tingkah lakunya serta menjauhi segala sesuatu yang tidak disukai Allah SWT. Ia tidak akan mengenakan perhiasan apa pun yang telah dilarang syari’at Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

فا لصلحت قنتت حفظت للغيب بماحفظ الله

“…wanita shalihah ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka)…” (An Nissa’ 34)

 

Selain konsisten terhadap islam , faktor intelektualitas juga bisa mengendalikan seorang wanita untuk tidak melakukan hal-hal berlebihan. Seorang wanita intelektual biasanya mempunya pikiran cemerlang dan bijak. Waktunya tidak dihabiskan untuk memperhatikan perkembangan busana yang lagi trendy, mode-mode masa kini, dan istilah-istilah lain yang seringkali dilontarkan dalam berbagai pentas mode (fashion show). Demikian juga ia tidak mungkin tertarik pada make-up-make-up yang termahal sekalipun, karena ia senantiasa berpendapat bahwa ada hal-hal yang lebih urgen daripada sekadar mode-mode itu. Ia tahu bahwa dalam hidup ini masih banyak hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar memperhatikan berbagai keindahan dan pakaian. Baginya, yang terpenting dari segalanaya adalah beribadah kepada Allah dan meningkatkan akhlaknya. Sebab itu, Rasulullah SAW bersabda:

 

“Wanita dinikahi karena empat perkara. Karena harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Beruntunglah engkau jika menikahi wanita karena agamanya, (sebab kalau tidak), binasalah kedua tanganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Wanita yang kuat agamanya adalah wanita yang benar-benar telah memiliki sifat dan akhlak yang mulia. Wanita inilah yang dapat memberikan perasaan lega, tenang, dan tentram, kepada sang suami, baik pada saat ia berkumpul maupun ketika ia berada ditempat lain. Wanita semacam inilah yang dapat menyejukkan pandangan dan menentramkan jiwa, karena keluruhan budi pekertinya sesuai dengan ajaraan Dinul Islam. Rasulullah SAW bersabda:

 

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

 

Hadits diatas bukan berarti bahwa wanita tidak akan menjadi shalihah jika tidak meninggalkan perhiasan. Bukan, bukan itu maksudnya! Siapa pun wanita itu boleh saja mengenakkan berbagai perhiasan, asalkan tidak keluar dari aturan-aturan Dinul Islam serta sesuai dengan batas-batas etika yang berlaku di tempat ia berdiam. Oleh karena itu, wanita yang shalehah hanya akan mengenakan segala keindahan dan perhiasannya itu didepan suaminya. Kalau ia berada ditengah-tengah perkumpulan wanita, ia hanya berpenampilan sangat bersahaja, sesuai dengan kebutuhan dan tidak terlalu mencolok. Yang penting baginya adalah menampilkan keindahan hakiki, yakni: akhlak, etiket, dan intelektualnya.

 

Bagaimana jika tujuannya bersoleknya wanita bukan untuk suaminya, tapi untuk lelaki lain? Jika hal itu terjadi, berarti ia telah berbuat sesuatu yang dimurkai Allah SWT. Maka pantaslah jika Allah tidak segan-segan membuat perjalanan hidupnya penuh kesengsaraan dan ketakutan, sekalipun orang lain merasa kagum kepadanya. Hendaklah wanita yang demikian ini, cepat-cepat bertobat kepada Allah SWT.

 

 

sumber: Bahaya Mode – Khalid Bin Abdurrahman Asy Syayi

 

 

Tentang isrin20n3

Aku ingin menjadi cahaya yang mampu menembus kegelapan, Biarkan aku menjadi cahaya itu untukmu yang menyangiku (ISRIN).
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s